Tips Lolos Wawancara Kerja
Anda Panik Karena ada Panggilan wawancara Kerja....
Silakan Simak Tips berikut ini Sejenak, ada cerita.....
Pada suatu sore ada bell telepon rumah berdering....
Suara dering telepon itu mendesir - desir di dalam hati...
Ya... menunggu panggilan kerja, nunggu ditelepon perusahaan yang telah kita lamar..
Begitu telepon itu betulan berasal dari perusahaan dan kita diminta datang untuk wawancara atau pun tes .... Senang.... panik.... bingung, ya ... anda kan panik dan bingung jika belum pernah mengalami wawancara...

1. Gaya Personal dan Sikap
Pada Saat kita wawancara kerja pertama kali di lihat adalah gaya dan sikap, pewawancara akan menilai bagaimana kita memulai berbicara , bersikap dan mulai menanggapi pembicaraan.
Tutur kata yang halus dan sopan, menjadi kan seseorang lebih dihargai oleh orang lain.
Percaya atau tidak, bahasa tubuh atau gaya tubuh merupakan faktor penting dalam tes wawancara kerja.
Ibaratnya, pewawancara tidak hanya memperhatikan jawaban dari setiap pertanyaan untuk kamu.
Mereka malah jauh lebih jeli memperhatikan hal-hal yang tidak kamu sebutkan, namun tanpa sadar kamu tunjukkan melalui gestur atau bahasa tubuh kamu. Misalnya, duduk dalam posisi membungkuk atau tidak mau menatap lawan bicara.
Kedua bahasa tubuh ini justru paling rentan membuat kamu tidak lolos saat melakukan tes wawancara kerja. Kenapa?
Selain menunjukkan bahwa kamu sebenarnya masih kurang percaya diri atau malah ketakutan setengah mati, kedua postur tersebut membuat pewawancara mempertanyakan kesiapanmu menerima pekerjaan yang akan mereka tawarkan.
Nah, daripada gagal tes wawancara kerja karena hal ini,
Kebanyakan pelamar kerja hanya bersikap sopan pada orang yang akan mewawancarai mereka.
Padahal, kamu tidak hanya harus lulus tes wawancara kerja.
Bila diterima, kamu akan terus bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang ada di kantor tersebut, bahkan termasuk satpam dan petugas kebersihan.
Lagipula, bukan tidak mungkin lho, salah satu dari mereka akan mengadu kepada pewawancara bila melihat kamu melakukan hal kurang baik di luar wawancara.
Misalnya, bersikap kasar pada petugas kebersihan yang tanpa sengaja menyenggol kamu. Saat pewawancara memasuki ruangan, segeralah berdiri dan menyambut mereka dengan sopan, seperti dengan cara bersalaman dan melakukan kontak mata.
Tunggulah hingga mereka duduk sebelum mempersilakan kamu duduk kembali. Jangan menyilangkan lengan di depan dada. Ini sebenarnya sudah termasuk pengetahuan umum yang terkait dengan tes wawancara kerja. Kamu akan terlihat sebagai sosok defensif dan sulit untuk terbuka.
Dalam beberapa hal, menggerakkan tangan dapat membantumu berekspresi saat kamu hendak menyampaikan sesuatu.
Sebaiknya , hindari juga terlalu sering menggerakkan tangan. Memang, kamu akan terlihat sangat ekspresif, namun sekaligus mengganggu.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, postur duduk yang membungkuk sama saja langsung menggagalkan tes wawancara kerja kamu. Berusahalah agar duduk tegak dan lebih baik sedikit condong ke depan.
Namun, sebaiknya posisi duduk juga jangan terlalu maju ke depan, yang memberi kesan kamu agresif.
Jangan juga duduk tegak, namun terlalu kaku. Rileks-kan bahumu sedikit untuk menunjukkan sikap santai namun tetap percaya diri dan siap mendengarkan.
2. Jangan Terpesona dan Nervous
Hellooooo, Ini sesuatu yang sangat penting bro!!!
Jangan terlalu terkesima dengan keadaan sekeliling, misalnya menatap dinding atau lukisan di sekitar ruangan wawancara dengan begitu takjub, bahkan menjadi gagal fokus....
Upsss yang fatal jika anda mulai gugup kalo ngadepin pewawancara,hal kegugupan ini sangat benar-benar dinilai.
Kalau saat wawancara kerja aja kita gugup gimana kita mau berinteraksi dengan banyak orang atau customer? Jika sudah start memulai bekerja maka kita di tuntut untuk berkolaborasi dengan banyak personal dan memecahkan masalah dengan hati yang tenaaanggg, ..........jadi kita harus pandai menyesuaikan diri dan harus bisa meghilangkan rasa gugup.
Bayangkan, jika anda menjadi gugup dan gagal fokus......semuanya akan sia sia. Contoh yang mungkin kamu akan alami jika gugup melanda..... Seperti tangan yang terlalu banyak bergerak, menggoyang-goyangkan kaki juga bukan gestur yang bagus.
Bahasa tubuh ini bisa menyiratkan dua kemungkinan kepada pewawancara: kamu gugup sekali atau bosan setengah mati. saat sering sekali tangan menyentuh dagu, menarik-narik rambut, atau menggigit bibir. Yang paling bahaya bila ternyata kamu masih punya kebiasaan menggigit kuku. waduhhh... Yang ada,
Pewawancara akan menyudahi tes karena merasa jijik......haaaa
3. Lugas
Sebelum memulai wawancara, maka anda akan di persilakan memperkenalkan diri... maka lakukan dengan Terang dan Lugas, mudah di pahamai dan mudah di mengerti....
Kemudian Jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan setegas mungkin. karena ini bisa menjadi penilaian mereka tentang seberapa rasa optimis kita.
Mungkin ini agak sepele, namun posisi kaki kamu saat duduk pun tidak luput dari perhatian si pewawancara.
Agar tes wawancara kerja kamu berjalan lancar, usahakan kaki menyentuh lantai dan tidak menyilang. Selain lebih rileks, terlalu lama menyilangkan kaki berpotensi membuatmu kesemutan.
Jangan sampai hal-hal ini tertangkap mata pewawancara, yang bisa berakibat mereka mengajukan pertanyaan menjebak.
Jarang diperhatikan, saat pertama kita ketemu dan berjabat tangan , tersirat dari ketegasan genggaman tangan, pewawancara bisa langsung tahu seberapa kuat keinginan kamu untuk lolos dalam tes wawancara kerja ini.
Bila genggaman saat berjabat tangan terlalu lemah, kamu akan terlihat sebagai sosok yang tidak percaya diri atau malas.
Bila genggaman terlalu kuat, kamu justru akan menakuti pewawancara dengan sikap agresifmu. Usahakan menggenggam tangan mereka cukup erat saat bersalaman, namun jangan sampai terkesan ingin meremukkan tangan mereka.
Bahkan banyak sekali, kandidat tidak mempersiapkan dirinya secara matang sesuai bidangnya, misalnya seorang analis dari D3 Kimia, ditanya mengenai mata kuliahnya saja menjawab... aduh lupa ....padahal ini bumerang penyebab kegagalan...
Seperti halnya, seorang lulusan akutansi, saat di tanya tentang pembukuan sederhana.....tidak menguasai konsepnya, jadi sebaiknya persiapkan materi sebaik mungkin......
4. Menjadi pribadi diri sendiri
( Be Your Self ) Mungkin saat wawanccara kita menggunakan pakain terbaik kita, menggunakan aksesories andalan atau menggunakan spare part pinjaman dari teman..... haaaa
maka berusahalah menjadi diri kamu sendiri apa adanya, berpakainlah yang sopan dengan dandanan yang tidak norak tapi terkesan elegan.... tidak perlu berbohong karena takut gak diterima, sebagian besar pewawancara cukup berpengalaman dalam menilai pembicaraan anda, kategori berbohong atau tidak....bisa di tebak.
Jika raut wajah kita pembawaannya datar dan kurang bersahaja ... heee,
mungkin bisa disangka galak dan judes, sebaiknya mulailah men-coba dengan tersenyum.
Namun, bila terlihat terlalu riang, tidak hanya lebih ‘mengerikan’, kamu juga malah akan terlihat palsu. sangat wajar sekali bila kamu sangat menginginkan untuk lolos. Di anjurkan kita berwajah ramah, yang penting tidak berlebihan. Tersenyumlah sewajarnya untuk menunjukkan pribadimu yang hangat dan antusias.
5. Jujur
Mulailah dengan menjawab semua pertanyaan dengan apa adanya dan sejujur-jujurnya, misalnya: apakah anda bisa mengoperasikan office komputer?? Sebaiknya, jawab dengan jujur....jawab bisa dan tunjukkan ketulusannya..
Jika tidak, beritahu pewawancara bahwa belum pernah belajar, tapi......kita akan belajar
Tapi nggak mungkin dong, di era milenial ginii... nggak bisa ngopasiin komputer... yang ada kita langsung di delete dari daftar ... heeee
Beberapa survey menyatakan, kontak mata adalah hal paling penting yang harus kamu perhatikan.
Nah, sama seperti soal menjabat tangan, jangan sampai menghindari tatapan pewawancara, tapi juga jangan memberikan kesan melototi.
Menataplah dengan cara biasa agar tidak gagal tes wawancara kerja. Selama tes wawancara kerja, bolehlah sesekali menatap ke arah lain bila khawatir pewawancara merasa tidak nyaman ditatap terlalu lama. Namun jangan melakukannya dengan tiba-tiba alias mengagetkan.
Cobalah mengalihkan perhatian sekilas dengan membetulkan kerah anda misalnya.
6. Menjadi superior
Teman mungkin pengalaman di suatu bidang, tapi belum tentu pewawancara akan lebih bodoh dari anda... Tindakan ini yang bikin kamu malah jadi gak diterima, tindakan sokheroik dan superior dan menjadi paling pintar yang padahal ilmu kita belum ada apa apanya.
Alangkah baiknya kita jelaskan secara riil atau sederhana dari pada bicara ngalor ngidul yang sebenarnya kita tidak memahaminya....
So....anda tidak kreatif dan terlalu mengarang cerita.........upsss, hindari hal demikian Ingat, meskipun perlu, jangan sampai kamu mengangguk terlalu sering alias berlebihan.
Pewawancara profesional pasti akan menyadarinya dan hal itu berpengaruh besar untuk hasil tes wawancara kerja kamu.
Misalnya: mengangguk pada saat kamu harusnya menggeleng untuk menyatakan keberatan. Boleh, kok. Tidak ada salahnya untuk bertanya kepada pewawancara mengenai hal yang belum kamu pahami.
Daripada sok tahu namun salah, lebih baik begitu. Toh bila belum mengetahui semua hal tentang pekerjaan incaran maupun perusahaan tersebut, kamu akan mendapatkan kesempatan tersebut bila terpilih untuk mengikuti pelatihan di sana.
7. Salary
Gaji adalah kesepakatan antara pemberi kerja dan karyawan, maka .......
Di setiap wawancara kerja biasanya ditanyain masalah gaji. Kalau ini sih tergantung individu mau jawab gimana. Biasanya jika fresh graduate akan kita jawab dengan tidak muluk muluk, sesuai dengan kemampuan dan standar di perusahaan ini.....
dan biasanya perusahaan mempunyai standar penggajian untuk posisi dan skala akademis tertentu....
atau jika anda sudah merasa punya talenta , maka jangan segan untuk menyebut sebuah angka...
Bentuk kemampuan anda adala sesuai dengan besarnya nilai gaji yang anda minta... dan perusahaan akan mempedulikan anda, karena kemampuan anda juga memebrikan nilai plus di perusaahan....
8. Ucapkan Terima Kasih
Ucapkan terima kasih saat selesai diwawancarai dan " semoga kita bisa ketemu kembali", kata-kata ampuhnya nih " terimakasih pak atau bu atas waktu nya dan selamat siang misalnya." lalu saat mau pergi bilang permisi.
jangan juga cium tangan, ini yang terlalu berlebihan..... kecuali anda sudah pernah mengenal pewawancara anda sebagai orang yang dekat atau dituakan oleh keluarga anda....atau kenalan orang tua anda ....heeee
9. Alasan lain yang perlu di ketahui
Banyak kejadian yang mungkin kita alami sebelum wawancara, misalnya mencari tempat wawancara yang jauh dan kesasar....atau alamatnya masuk gang kecil, sehingga sulit di cari... heee
Mungkin juga semalaman kurang tidur sebelum tes wawancara kerja. Entah karena memang terlalu capek untuk tidur nyenyak atau memang ada sebab lain.
Meskipun lelah, sebaiknya jangan sesekali menguap saat di tengah tes wawancara kerja. Ini benar-benar bahaya.
Menguap tidak hanya pertanda kamu kurang bisa membagi waktu dan menjaga kondisi tubuh. Bisa jadi, menguap akan menyinggung pewawancara, karena menganggap kamu merasa kesal dan bosan atau tidak menghargai penjelasan mereka.
Mau dapat kerja dengan cara itu? Jangan harap. Sebaiknya jangan sentuh apa pun yang ada di ruang wawancara, kecuali atas seizin pewawancara.
Anggaplah kamu sedang bertamu di rumah orang baru untuk perkenalan. Sembarangan menyentuh barang-barang mereka sama saja dengan pelanggaran privasi.
Jika anda pernah bekerja sebelumnya, dan pewawancara mungkin mengenal atasan anda sebelumnya....
Bisa jadi, boss anda sebelumnya akan di teleponnya dan menayakan rekomendasi darinya...
Banyak faktor di dunia pekerjaan, bahwa sikap masa lalu di tempat bekerja sebelumnya akan menjadi hal yang dominan, terutama alasan kenapa anda mengundurkan diri atau pindah kerja.... banyak kasus, dan rata-rata mereka menjawab karena passion yang kurang, atau gaji yang kurang atau bahkan karena karir yang tak kunjung meningkat... tapi jika anda fresh graduated, maka wawancaralah semaksimal kemampuan anda sebagai pemula dan untuk belajar menjadi profesional di kemudian hari....
Dunia ini begitu sempit, kadang saat berpindah ke tempat kerjaan lain, akan bertemu kembali dengan teman - teman kita di waktu lalu... atau sepanjang kita bekerja akan ada invasi teman lain yang bergabung dengan kita.... menjadi satu team lagi atau sebaiknya.......
Selamat berwawancara, semoga berhasil
Di olah dari berbagai sumber
By. Carangsari
11 april 2018
saat rehat ingat di waktu lalu
Silakan Simak Tips berikut ini Sejenak, ada cerita.....
Pada suatu sore ada bell telepon rumah berdering....
Suara dering telepon itu mendesir - desir di dalam hati...
Ya... menunggu panggilan kerja, nunggu ditelepon perusahaan yang telah kita lamar..
Begitu telepon itu betulan berasal dari perusahaan dan kita diminta datang untuk wawancara atau pun tes .... Senang.... panik.... bingung, ya ... anda kan panik dan bingung jika belum pernah mengalami wawancara...

1. Gaya Personal dan Sikap
Pada Saat kita wawancara kerja pertama kali di lihat adalah gaya dan sikap, pewawancara akan menilai bagaimana kita memulai berbicara , bersikap dan mulai menanggapi pembicaraan.
Tutur kata yang halus dan sopan, menjadi kan seseorang lebih dihargai oleh orang lain.
Percaya atau tidak, bahasa tubuh atau gaya tubuh merupakan faktor penting dalam tes wawancara kerja.
Ibaratnya, pewawancara tidak hanya memperhatikan jawaban dari setiap pertanyaan untuk kamu.
Mereka malah jauh lebih jeli memperhatikan hal-hal yang tidak kamu sebutkan, namun tanpa sadar kamu tunjukkan melalui gestur atau bahasa tubuh kamu. Misalnya, duduk dalam posisi membungkuk atau tidak mau menatap lawan bicara.
Kedua bahasa tubuh ini justru paling rentan membuat kamu tidak lolos saat melakukan tes wawancara kerja. Kenapa?
Selain menunjukkan bahwa kamu sebenarnya masih kurang percaya diri atau malah ketakutan setengah mati, kedua postur tersebut membuat pewawancara mempertanyakan kesiapanmu menerima pekerjaan yang akan mereka tawarkan.
Nah, daripada gagal tes wawancara kerja karena hal ini,
Kebanyakan pelamar kerja hanya bersikap sopan pada orang yang akan mewawancarai mereka.
Padahal, kamu tidak hanya harus lulus tes wawancara kerja.
Bila diterima, kamu akan terus bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang ada di kantor tersebut, bahkan termasuk satpam dan petugas kebersihan.
Lagipula, bukan tidak mungkin lho, salah satu dari mereka akan mengadu kepada pewawancara bila melihat kamu melakukan hal kurang baik di luar wawancara.
Misalnya, bersikap kasar pada petugas kebersihan yang tanpa sengaja menyenggol kamu. Saat pewawancara memasuki ruangan, segeralah berdiri dan menyambut mereka dengan sopan, seperti dengan cara bersalaman dan melakukan kontak mata.
Tunggulah hingga mereka duduk sebelum mempersilakan kamu duduk kembali. Jangan menyilangkan lengan di depan dada. Ini sebenarnya sudah termasuk pengetahuan umum yang terkait dengan tes wawancara kerja. Kamu akan terlihat sebagai sosok defensif dan sulit untuk terbuka.
Dalam beberapa hal, menggerakkan tangan dapat membantumu berekspresi saat kamu hendak menyampaikan sesuatu.
Sebaiknya , hindari juga terlalu sering menggerakkan tangan. Memang, kamu akan terlihat sangat ekspresif, namun sekaligus mengganggu.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, postur duduk yang membungkuk sama saja langsung menggagalkan tes wawancara kerja kamu. Berusahalah agar duduk tegak dan lebih baik sedikit condong ke depan.
Namun, sebaiknya posisi duduk juga jangan terlalu maju ke depan, yang memberi kesan kamu agresif.
Jangan juga duduk tegak, namun terlalu kaku. Rileks-kan bahumu sedikit untuk menunjukkan sikap santai namun tetap percaya diri dan siap mendengarkan.
2. Jangan Terpesona dan Nervous
Hellooooo, Ini sesuatu yang sangat penting bro!!!
Jangan terlalu terkesima dengan keadaan sekeliling, misalnya menatap dinding atau lukisan di sekitar ruangan wawancara dengan begitu takjub, bahkan menjadi gagal fokus....
Upsss yang fatal jika anda mulai gugup kalo ngadepin pewawancara,hal kegugupan ini sangat benar-benar dinilai.
Kalau saat wawancara kerja aja kita gugup gimana kita mau berinteraksi dengan banyak orang atau customer? Jika sudah start memulai bekerja maka kita di tuntut untuk berkolaborasi dengan banyak personal dan memecahkan masalah dengan hati yang tenaaanggg, ..........jadi kita harus pandai menyesuaikan diri dan harus bisa meghilangkan rasa gugup.
Bayangkan, jika anda menjadi gugup dan gagal fokus......semuanya akan sia sia. Contoh yang mungkin kamu akan alami jika gugup melanda..... Seperti tangan yang terlalu banyak bergerak, menggoyang-goyangkan kaki juga bukan gestur yang bagus.
Bahasa tubuh ini bisa menyiratkan dua kemungkinan kepada pewawancara: kamu gugup sekali atau bosan setengah mati. saat sering sekali tangan menyentuh dagu, menarik-narik rambut, atau menggigit bibir. Yang paling bahaya bila ternyata kamu masih punya kebiasaan menggigit kuku. waduhhh... Yang ada,
Pewawancara akan menyudahi tes karena merasa jijik......haaaa
3. Lugas
Sebelum memulai wawancara, maka anda akan di persilakan memperkenalkan diri... maka lakukan dengan Terang dan Lugas, mudah di pahamai dan mudah di mengerti....
Kemudian Jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan setegas mungkin. karena ini bisa menjadi penilaian mereka tentang seberapa rasa optimis kita.
Mungkin ini agak sepele, namun posisi kaki kamu saat duduk pun tidak luput dari perhatian si pewawancara.
Agar tes wawancara kerja kamu berjalan lancar, usahakan kaki menyentuh lantai dan tidak menyilang. Selain lebih rileks, terlalu lama menyilangkan kaki berpotensi membuatmu kesemutan.
Jangan sampai hal-hal ini tertangkap mata pewawancara, yang bisa berakibat mereka mengajukan pertanyaan menjebak.
Jarang diperhatikan, saat pertama kita ketemu dan berjabat tangan , tersirat dari ketegasan genggaman tangan, pewawancara bisa langsung tahu seberapa kuat keinginan kamu untuk lolos dalam tes wawancara kerja ini.
Bila genggaman saat berjabat tangan terlalu lemah, kamu akan terlihat sebagai sosok yang tidak percaya diri atau malas.
Bila genggaman terlalu kuat, kamu justru akan menakuti pewawancara dengan sikap agresifmu. Usahakan menggenggam tangan mereka cukup erat saat bersalaman, namun jangan sampai terkesan ingin meremukkan tangan mereka.
Bahkan banyak sekali, kandidat tidak mempersiapkan dirinya secara matang sesuai bidangnya, misalnya seorang analis dari D3 Kimia, ditanya mengenai mata kuliahnya saja menjawab... aduh lupa ....padahal ini bumerang penyebab kegagalan...
Seperti halnya, seorang lulusan akutansi, saat di tanya tentang pembukuan sederhana.....tidak menguasai konsepnya, jadi sebaiknya persiapkan materi sebaik mungkin......
4. Menjadi pribadi diri sendiri
( Be Your Self ) Mungkin saat wawanccara kita menggunakan pakain terbaik kita, menggunakan aksesories andalan atau menggunakan spare part pinjaman dari teman..... haaaa
maka berusahalah menjadi diri kamu sendiri apa adanya, berpakainlah yang sopan dengan dandanan yang tidak norak tapi terkesan elegan.... tidak perlu berbohong karena takut gak diterima, sebagian besar pewawancara cukup berpengalaman dalam menilai pembicaraan anda, kategori berbohong atau tidak....bisa di tebak.
Jika raut wajah kita pembawaannya datar dan kurang bersahaja ... heee,
mungkin bisa disangka galak dan judes, sebaiknya mulailah men-coba dengan tersenyum.
Namun, bila terlihat terlalu riang, tidak hanya lebih ‘mengerikan’, kamu juga malah akan terlihat palsu. sangat wajar sekali bila kamu sangat menginginkan untuk lolos. Di anjurkan kita berwajah ramah, yang penting tidak berlebihan. Tersenyumlah sewajarnya untuk menunjukkan pribadimu yang hangat dan antusias.
5. Jujur
Mulailah dengan menjawab semua pertanyaan dengan apa adanya dan sejujur-jujurnya, misalnya: apakah anda bisa mengoperasikan office komputer?? Sebaiknya, jawab dengan jujur....jawab bisa dan tunjukkan ketulusannya..
Jika tidak, beritahu pewawancara bahwa belum pernah belajar, tapi......kita akan belajar
Tapi nggak mungkin dong, di era milenial ginii... nggak bisa ngopasiin komputer... yang ada kita langsung di delete dari daftar ... heeee
Beberapa survey menyatakan, kontak mata adalah hal paling penting yang harus kamu perhatikan.
Nah, sama seperti soal menjabat tangan, jangan sampai menghindari tatapan pewawancara, tapi juga jangan memberikan kesan melototi.
Menataplah dengan cara biasa agar tidak gagal tes wawancara kerja. Selama tes wawancara kerja, bolehlah sesekali menatap ke arah lain bila khawatir pewawancara merasa tidak nyaman ditatap terlalu lama. Namun jangan melakukannya dengan tiba-tiba alias mengagetkan.
Cobalah mengalihkan perhatian sekilas dengan membetulkan kerah anda misalnya.
6. Menjadi superior
Teman mungkin pengalaman di suatu bidang, tapi belum tentu pewawancara akan lebih bodoh dari anda... Tindakan ini yang bikin kamu malah jadi gak diterima, tindakan sokheroik dan superior dan menjadi paling pintar yang padahal ilmu kita belum ada apa apanya.
Alangkah baiknya kita jelaskan secara riil atau sederhana dari pada bicara ngalor ngidul yang sebenarnya kita tidak memahaminya....
So....anda tidak kreatif dan terlalu mengarang cerita.........upsss, hindari hal demikian Ingat, meskipun perlu, jangan sampai kamu mengangguk terlalu sering alias berlebihan.
Pewawancara profesional pasti akan menyadarinya dan hal itu berpengaruh besar untuk hasil tes wawancara kerja kamu.
Misalnya: mengangguk pada saat kamu harusnya menggeleng untuk menyatakan keberatan. Boleh, kok. Tidak ada salahnya untuk bertanya kepada pewawancara mengenai hal yang belum kamu pahami.
Daripada sok tahu namun salah, lebih baik begitu. Toh bila belum mengetahui semua hal tentang pekerjaan incaran maupun perusahaan tersebut, kamu akan mendapatkan kesempatan tersebut bila terpilih untuk mengikuti pelatihan di sana.
7. Salary
Gaji adalah kesepakatan antara pemberi kerja dan karyawan, maka .......
Di setiap wawancara kerja biasanya ditanyain masalah gaji. Kalau ini sih tergantung individu mau jawab gimana. Biasanya jika fresh graduate akan kita jawab dengan tidak muluk muluk, sesuai dengan kemampuan dan standar di perusahaan ini.....
dan biasanya perusahaan mempunyai standar penggajian untuk posisi dan skala akademis tertentu....
atau jika anda sudah merasa punya talenta , maka jangan segan untuk menyebut sebuah angka...
Bentuk kemampuan anda adala sesuai dengan besarnya nilai gaji yang anda minta... dan perusahaan akan mempedulikan anda, karena kemampuan anda juga memebrikan nilai plus di perusaahan....
8. Ucapkan Terima Kasih
Ucapkan terima kasih saat selesai diwawancarai dan " semoga kita bisa ketemu kembali", kata-kata ampuhnya nih " terimakasih pak atau bu atas waktu nya dan selamat siang misalnya." lalu saat mau pergi bilang permisi.
jangan juga cium tangan, ini yang terlalu berlebihan..... kecuali anda sudah pernah mengenal pewawancara anda sebagai orang yang dekat atau dituakan oleh keluarga anda....atau kenalan orang tua anda ....heeee
9. Alasan lain yang perlu di ketahui
Banyak kejadian yang mungkin kita alami sebelum wawancara, misalnya mencari tempat wawancara yang jauh dan kesasar....atau alamatnya masuk gang kecil, sehingga sulit di cari... heee
Mungkin juga semalaman kurang tidur sebelum tes wawancara kerja. Entah karena memang terlalu capek untuk tidur nyenyak atau memang ada sebab lain.
Meskipun lelah, sebaiknya jangan sesekali menguap saat di tengah tes wawancara kerja. Ini benar-benar bahaya.
Menguap tidak hanya pertanda kamu kurang bisa membagi waktu dan menjaga kondisi tubuh. Bisa jadi, menguap akan menyinggung pewawancara, karena menganggap kamu merasa kesal dan bosan atau tidak menghargai penjelasan mereka.
Mau dapat kerja dengan cara itu? Jangan harap. Sebaiknya jangan sentuh apa pun yang ada di ruang wawancara, kecuali atas seizin pewawancara.
Anggaplah kamu sedang bertamu di rumah orang baru untuk perkenalan. Sembarangan menyentuh barang-barang mereka sama saja dengan pelanggaran privasi.
Jika anda pernah bekerja sebelumnya, dan pewawancara mungkin mengenal atasan anda sebelumnya....
Bisa jadi, boss anda sebelumnya akan di teleponnya dan menayakan rekomendasi darinya...
Banyak faktor di dunia pekerjaan, bahwa sikap masa lalu di tempat bekerja sebelumnya akan menjadi hal yang dominan, terutama alasan kenapa anda mengundurkan diri atau pindah kerja.... banyak kasus, dan rata-rata mereka menjawab karena passion yang kurang, atau gaji yang kurang atau bahkan karena karir yang tak kunjung meningkat... tapi jika anda fresh graduated, maka wawancaralah semaksimal kemampuan anda sebagai pemula dan untuk belajar menjadi profesional di kemudian hari....
Dunia ini begitu sempit, kadang saat berpindah ke tempat kerjaan lain, akan bertemu kembali dengan teman - teman kita di waktu lalu... atau sepanjang kita bekerja akan ada invasi teman lain yang bergabung dengan kita.... menjadi satu team lagi atau sebaiknya.......
Selamat berwawancara, semoga berhasil
Di olah dari berbagai sumber
By. Carangsari
11 april 2018
saat rehat ingat di waktu lalu
Komentar
Posting Komentar