Hangatnya kopi, inspirasi validasi dengan CV Horwitz
Hello Pecinta ilmu pengetahuan..... salam hangat..
Senja ini aku ditemani secangkir kopi hangat, rembulan tampak malu malu muncul ke permukaan, awan membiru sedikit merona merah karena tersirat sinar bulan yang malu.
Anganku terbang ke lauar angkasa, teringat siang tadi ikut suatu pelatihan mengenai " Validasi Metoda Analisa ", disebuah Hotel bintang tiga yang tidak jauh dari rumah tempat tinggal, Sengaja aku ikut di seminar ini karena memang dekat dengan rumah, sekali jalan Wesss...... nyampe.
Begitu masuk lobi hotel, segera registrasi dan kebetulan ada partner yang menemani, lumayan bisa buat teman ngobrol sembari ngupi ngupi .......heee.
Untuk mencapai Ruangan ini cukup masuk sebuah lift, pencet tombol lantai I, wess... nyampe dah di ROOM seminar, disitu sudah ditunggu team panitia. Kebetulan yang mengadakan seminra dari suplier Reagen ternama di negri ini, dan kami disambut dengan antsias dan baik sekali, tidak lupa kami diberikan tanda pengenal dan beberapa note serta buku katalog reagen ( biasa ajang promo )..
Masuk ke dalam Ruangan seminar ternyata sudah ada beberapa rekan dari institusi lain yang hadir, beberapa diantaraya ada yang kita kenal, begitulah .... dunia ini sempit sekali, dimana mana da yang kenal...
Pematerinya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, beliau salah satu deputi di badan yang mengawasi reguslasi Obat dan Makanan di Indonesia ini.......
Sebelum beliu ke podium, tentunya ada ramah tamah dan perkenalan dari panitia dan tidak lupa promo produk ke customer, lumayan seru.....
Langsung ke topik Validasi Metoda,
Sebenarnya apa sih validasi metoda analisa itu, Validasi adaalah serangkaian pembuktian secara ilmiah dengan parameter tertentu yang menyatakan suatu metode atau sistem dinyatakan valid.
Beberapa sumber menjadi rujukan untuk validasi metoda ini seperti
AOAC
USP
CP - China Pharmacopeia
JP- Japanese harmacopeia
IP- India Pharmacopeisa
FI- Farmakope Indonesia
atau CPOB , CPOB itu Buku pedoman cara Pembuatan Obat yang baik....
di pustaka tersebut diatas menyebut tentang validasi metoda....
Metoda analisa itu apa sih ?
Metoda analisa lazim digunakan untuk menentukan suatu senyawa atau zat dalam campuran maupun sediannya sehingga diketahui identitas dan kadar atau kandungan nya.Metoda analisa dalam hal ini di gunakan dalam keilmuan kimia atau farmasi,sehingga secara umum merupakanberupa langkah kerja atau prosedur kerja ilmiah.
dalam berbagai referensi validasi metoda harus dilakukan parameter sbb :
Presisi
Akurasi
Linieritas
Selektifitas
Spesifisitas
Robustness Dan Ruggedness
Limit of Detection
Limit Of Quantitation
Selain validasi metoda ada pula yang disebut istilah Verifikasi
Verifikasi analisa itu apa sih ?
Verifikasi metoda itu, melakukan pembuktian secara garis besar bahwa suati sistem atau langkah kerja telah memenuhi hasil yang diinginkan tanpa melakukan validasi metoda.
Mungkin di topik berikutnya kita akan membahas tentang hal ini secara lebih mendalam dan detail, Namun yang kita kaji saat ini adalah topik seminar yang membahas tentang CV Horwitz....
Ada yang tahu tentang CV Horwitz ?
CV kepanjangannya Coefisient Variable, dan karena di temukan oleh Om Horwitz, maka namanya CV Horwitz...
Om William Horwitz, lahir 27 september 2018 di Olney, Maryland ..
Beliau adalah seorang ilmuwan kimia yang mengabdikan diri ke ilmu pengetahuan yang pada akhirnya menemukan variable antara hasil kimia dengan konsentrasi analit.
Beliau bekerja pada U.S Food and Drug Administration (FDA) selama 57 tahun , FDA itu BPOM nya Amerika .....
Jika kita tanya mbah gogle, kira kira begini rumus CV Horwitz ..
Terus kenapa musti kita pakai CV Horwitz,
Begini, setiap validasi metoda analisa tetntu ada parameter RSD atau SD ( Standard Deviasi) , yarat umumnya 2.0 %, terus jika konsentrasinya kecil sekali maka apakah dengan RSD 2.0 % terpenuhi...
Tentu sulit sekali............
Silakan simak keberterimaan rekoveri pada tabel berikut :

Dari gambaran diatas, disebutkan bahwa untuk konsentrasi yang kecil maka nilai CV nya akan semakin besar, sedangkan untuk nilai konsentrasi yang semakin besar maka nilai CV nya akan semakin kecil.
untuk itu, teman teman yang hobinya melakukan validasi metoda, maka gunakanlah nilai CV Horwitz jika di perlukan untuk konsentrasi yang kecil, misalnya dalam BPJ atau PPM. Di laboratorium diperbolehkan menggunakan acuan yang di anggap ilmiah dan mempunyai ketelusuran yang baik.
jangan serta merta menggunakan CV kurang atau samadengan 2.0%, karena acuan tersebut akan menghalangi kita untuk membuktikan sesuatu yang baru yang mungkin sebuah inovasi baru.
Tidak terasa..............................
Akhirnya rembulan muncul juga, warnanya merah keputihan, cahayanya menyeruak masuk ke teras rumah ini...
anganku buyar, lamunanku tentang CV Horwitz lenyap....
kapan kapan kita sambung lagi ya....
By. Carangsari
Saat Terinspirasi dengan Om Horwitz
Senja ini aku ditemani secangkir kopi hangat, rembulan tampak malu malu muncul ke permukaan, awan membiru sedikit merona merah karena tersirat sinar bulan yang malu.
Anganku terbang ke lauar angkasa, teringat siang tadi ikut suatu pelatihan mengenai " Validasi Metoda Analisa ", disebuah Hotel bintang tiga yang tidak jauh dari rumah tempat tinggal, Sengaja aku ikut di seminar ini karena memang dekat dengan rumah, sekali jalan Wesss...... nyampe.
Begitu masuk lobi hotel, segera registrasi dan kebetulan ada partner yang menemani, lumayan bisa buat teman ngobrol sembari ngupi ngupi .......heee.
Untuk mencapai Ruangan ini cukup masuk sebuah lift, pencet tombol lantai I, wess... nyampe dah di ROOM seminar, disitu sudah ditunggu team panitia. Kebetulan yang mengadakan seminra dari suplier Reagen ternama di negri ini, dan kami disambut dengan antsias dan baik sekali, tidak lupa kami diberikan tanda pengenal dan beberapa note serta buku katalog reagen ( biasa ajang promo )..
Masuk ke dalam Ruangan seminar ternyata sudah ada beberapa rekan dari institusi lain yang hadir, beberapa diantaraya ada yang kita kenal, begitulah .... dunia ini sempit sekali, dimana mana da yang kenal...
Pematerinya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, beliau salah satu deputi di badan yang mengawasi reguslasi Obat dan Makanan di Indonesia ini.......
Sebelum beliu ke podium, tentunya ada ramah tamah dan perkenalan dari panitia dan tidak lupa promo produk ke customer, lumayan seru.....
Langsung ke topik Validasi Metoda,
Sebenarnya apa sih validasi metoda analisa itu, Validasi adaalah serangkaian pembuktian secara ilmiah dengan parameter tertentu yang menyatakan suatu metode atau sistem dinyatakan valid.
Beberapa sumber menjadi rujukan untuk validasi metoda ini seperti
AOAC
USP
CP - China Pharmacopeia
JP- Japanese harmacopeia
IP- India Pharmacopeisa
FI- Farmakope Indonesia
atau CPOB , CPOB itu Buku pedoman cara Pembuatan Obat yang baik....
di pustaka tersebut diatas menyebut tentang validasi metoda....
Metoda analisa itu apa sih ?
Metoda analisa lazim digunakan untuk menentukan suatu senyawa atau zat dalam campuran maupun sediannya sehingga diketahui identitas dan kadar atau kandungan nya.Metoda analisa dalam hal ini di gunakan dalam keilmuan kimia atau farmasi,sehingga secara umum merupakanberupa langkah kerja atau prosedur kerja ilmiah.
dalam berbagai referensi validasi metoda harus dilakukan parameter sbb :
Presisi
Akurasi
Linieritas
Selektifitas
Spesifisitas
Robustness Dan Ruggedness
Limit of Detection
Limit Of Quantitation
Selain validasi metoda ada pula yang disebut istilah Verifikasi
Verifikasi analisa itu apa sih ?
Verifikasi metoda itu, melakukan pembuktian secara garis besar bahwa suati sistem atau langkah kerja telah memenuhi hasil yang diinginkan tanpa melakukan validasi metoda.
Mungkin di topik berikutnya kita akan membahas tentang hal ini secara lebih mendalam dan detail, Namun yang kita kaji saat ini adalah topik seminar yang membahas tentang CV Horwitz....
Ada yang tahu tentang CV Horwitz ?
CV kepanjangannya Coefisient Variable, dan karena di temukan oleh Om Horwitz, maka namanya CV Horwitz...
Om William Horwitz, lahir 27 september 2018 di Olney, Maryland ..
Beliau adalah seorang ilmuwan kimia yang mengabdikan diri ke ilmu pengetahuan yang pada akhirnya menemukan variable antara hasil kimia dengan konsentrasi analit.
Beliau bekerja pada U.S Food and Drug Administration (FDA) selama 57 tahun , FDA itu BPOM nya Amerika .....
Jika kita tanya mbah gogle, kira kira begini rumus CV Horwitz ..
Terus kenapa musti kita pakai CV Horwitz,
Begini, setiap validasi metoda analisa tetntu ada parameter RSD atau SD ( Standard Deviasi) , yarat umumnya 2.0 %, terus jika konsentrasinya kecil sekali maka apakah dengan RSD 2.0 % terpenuhi...
Tentu sulit sekali............
Silakan simak keberterimaan rekoveri pada tabel berikut :
Dari gambaran diatas, disebutkan bahwa untuk konsentrasi yang kecil maka nilai CV nya akan semakin besar, sedangkan untuk nilai konsentrasi yang semakin besar maka nilai CV nya akan semakin kecil.
untuk itu, teman teman yang hobinya melakukan validasi metoda, maka gunakanlah nilai CV Horwitz jika di perlukan untuk konsentrasi yang kecil, misalnya dalam BPJ atau PPM. Di laboratorium diperbolehkan menggunakan acuan yang di anggap ilmiah dan mempunyai ketelusuran yang baik.
jangan serta merta menggunakan CV kurang atau samadengan 2.0%, karena acuan tersebut akan menghalangi kita untuk membuktikan sesuatu yang baru yang mungkin sebuah inovasi baru.
Tidak terasa..............................
Akhirnya rembulan muncul juga, warnanya merah keputihan, cahayanya menyeruak masuk ke teras rumah ini...
anganku buyar, lamunanku tentang CV Horwitz lenyap....
kapan kapan kita sambung lagi ya....
By. Carangsari
Saat Terinspirasi dengan Om Horwitz
Hallo kak, izin bertanya. Dalam menentukan presisi suatu replikasi dengan konsentrasi ppm juga dapat dinyatakan dalam RSD <5%, jadi lebih bagus mana presisi disesuaikan dengan keberterimaan RSD <2/3 CV Horwitz atau hanya liat hasil dari RSDnya saja yg <5% ???
BalasHapus